Selembut senyummu meluluhkan semua nestapa didadaku
Senandung suaramu menggetarkan jiwa dan ragaku
Kasihmu abadi ... tak kan pernah terganti
Untuk saat dulu, kini, dan nanti
Irama detak jantung ini
Selalu ingin dan harapkan,
Sosok mu yang bisa menemani dan mendampingi
Disaat suka duka menghampiri diri ini
Doa mu selalu mengiringi
Setiap hembusan nafas ini
Kau sabar menyayangiku
Kau peluk kemarahanku
Kau rela bertaruh nyawa untukku
Begitu mulianya dirimu dimataku
Terimakasih ibu,
Kau kan selalu ada dihatiku ...
Senin, 16 April 2012
“IDOLAKU” (To : Ozy)
Saat kau datang dengan sejuta pesona
Kau terbang melayang menembus sang angkasa
Cahaya binar wajahmu,
Suara khas melayu itu
Buatku tersipu malu
Membayangkan kau sapa aku
Dan sebut namaku
Bergetar jiwa dan raga
Dalam alunan sebuah lagu
Berharap semua nyata, tak buatku ragu
Ku jadikanmu, seakan kau pelita hidupku
Tak pernah ku jenuh ...
Mendenngar kau lantunkan lagu
Melihat diri dan senyum manismu
Kau buat hidupku lebih berwarna
Kau sapa pengagummu dengan senyuman tawa
Kau mentari dalam hatiku
Yang menyambutku dikala pagi menyapa
Kau sinari kehidupanku dengan penuh kasih
Kau buatku tau indahnya dirimu
Kau buatku tahu akan sesuatu
Dan aku tahu, kaulah idolaku
KASIH PUTIH
Dicerpen ini aku ingin berbagi dengan kalian yang mungkin memiliki kisah cinta yang sama denganku,tapi tak tau bagaimana cara mengungkapkannya. Ini cerita nyata, tapi ada juga sih yang aku tambahin dikit :p. Dan dengan cerpen ini juga aku ingin kalian tau mengapa aku sangat mengidolakan “ACHMAD FAUZI ADRIANSYAH” atau lebih akrab disapa “OZY ICIL”.
Aku duduk terdiam menatap layar laptopku. Sambil sesekali membuka file dan menutupnya kembali. Hatiku gundah sekaligus gelisah. Aku masih mikirin kejadian tadi siang seusai rapat osis di sekolah. Aku gak nyangka hal itu bakalan terjadi. Bagaimana tidak, Ozi sang ketua osis sekaligus pacar sahabatku mengungkapkan perasaannya, bahwa dia mencintaiku. Sungguh tak bisa di percaya. Memang harus ku akui kalau sudah lama aku menyukai Ozi. Tapi perasaan itu ku pendam karena sahabatku Novi juga menyukainya. Aku gak mau persahabatan yang sudah ku jalin dengan Novi sejak duduk di bangku SD hancur karena seorang cowok. Biarlah perasaan ini ku pendam, toh perasaan itu akan hilang dengan sendirinya. Ungkap batinku.
Hari-hari ku lalui seperti biasa bahkan aku berusaha merahasiakan kejadian itu dari Novi. Aku juga berusaha menjaga jarak dengan Ozi. Ini semua aku lakukan demi menjaga persahabatanku. Ozi dan Novi akhirnya jadian karena aku yang menjadi mak coblangnya. Awalnya aku sempat ragu saat Novi meminta tolong kepadaku untuk nyomblangin dia sama Ozi. Dia minta tolong kepadaku karena dia tau aku dan Ozi akrab sebagai pengurus osis. Saat itu aku ingin sekali bilang kepada Novi bahwa aku juga menyukai Ozi, bahkan lebih dulu darinya. Apa boleh buat melihat keseriusan Novi akhirnya itu semua aku lakukan.
Sepulang sekolah Novi mengajakku jalan sekaligus makan bareng. Aku sempat bersemangat tapi saat mengetahui kalau Ozi juga ikut, semangatku memudar. Aku gak bisa lagi menolak karena aku terlanjur menyetujuinya. Dengan terpaksa aku pun mengikuti mereka. Sumpah hatiku sangat sakit saat melihat Novi menggandeng tangan Ozi dengan mesranya, aku tak kuat melihatnya. Omg!! kenapa ini harus terjadi padaku, ucap batinku. aku seperti kambing congek, bahkan lebih menyerupai orang bego yang terlihat diantara mereka berdua ketika kami bertiga jalan bareng. Ku usahakan sedikit menjaga jarak dari mereka. Tetapi diam-diam Ozi menarik dan menggenggam tanganku dari belakang tanpa sepengetahuan Novi. Sungguh ini di luar dugaanku. Tapi saat itu juga ada kenyamanan yang ku rasakan, tapi buru-buru ku tepis karena aku bukan seorang pengecut. Meskipun aku juga mencintai Ozi tapi aku lebih menghargai persahabatnku.
Apakah ini benar-benar cinta ?? aku jadi semakin bingung dibuatnya. Kadang kala aku ingin menjauh dari kehidupannya. Tapi di saat itu juga aku jadi semakin rindu dan ingin selalu berada di sampingnya.” Arrgghhh..kenapa baru saat ini kamu nyatain perasaanmu sih Zi?”. Ucapku sambil mengacak-ngacak rambut. Sesekali air mataku menetes. Kenapa aku harus di hadapkan dengan situasi yang serumit ini. Andaikan waktu bisa ku putar kembali.
-Di Ruang OSIS-
Rapat osis telah bubar, tetapi aku masih tinggal diruangan itu sendirian karena masih banyak barang-barang yang ingin ku bereskan. Tanpa sengaja aku melihat sebuah buku yang mirip catatan harian berwarna cokelat tergeletak di bawa meja. Karena penasaran akhirnya aku mengambil buku itu dan buru-buru membukanya. Mataku terbelalak ketika tahu buku itu milik Ozi. Lembar demi lembar sudah berhasil ku baca, dan di saat itu pula air mataku menetes. Tak kuasa ku menahan tangis setelah membaca isi buku itu. Buku itu berisikan tentang perasaan ozi terhadapku, di buku itu juga terdapat foto-fotoku yang di potret ozi tanpa sepengetahuanku. Ternyata sudah lama ozi menyukaiku, sama seperti aku menyukainya. Tetapi dia malu mengungkapkannya dan takut aku menolaknya. Alasan dia menerima cinta novi adalah karena dengan pacaran dengan novi ozi bisa merasa dekat denganku meskipun lewat perantara. Sampai sekarang Ozi sangat membenci dirinya sendiri karena sudah melakukan kesalahan yaitu Mencintai wanita yang sama sekali tidak dicintainya dan sama saja memberi pengharapan bagi Novi. Kalimat terakhir yang tertulis di buku itu bahwa “andaikan dia bukan sahabatmu”.
Saat itu juga aku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Kenapa ini semua harus terjadi. Andaikan waktu bisa berputar kembali dan seandainya perasaanku ini bisa ku hapus. Air mataku terus menetes dan tak hentinya menetes. Hatiku begitu sakit. “Kenapa aku harus menyukai cowok yang juga di sukai oleh sahabatku. Aku harus bagaimana ?? aku juga terlanjur menyayangi ozi.” ucapku terisak-isak. Tiba-tiba aku terkaget ketika melihat ozi di depan pintu, dia berdiri terpaku menatapku. Ternyata dia belum pulang. Buru-buru ku hapus air mataku tapi itu semua tak bisa ku lakukan. Aku terlanjur rapuh dan terus saja menangis. Ozi langsung menghampiriku dan menarikku dalam pelukannya. Seketika aku menangis terisak-isak di dalam pelukannya. Dia hanya diam dan sesekali mengelus rambutku. Aku tau kalau itu adalah caranya untuk menenangkanku karena ku tahu dia juga shock. Seketika perasaan nyaman itu lagi-lagi ku rasakan. “Aku gak bisa memungkiri bahwa kau kekasih sahabatku. Biarlah waktu yang menyatukan kita.Sungguhkah semua ini cinta kadang tak percaya.. Namun mengapa slalu saja ku ingin dekat dirimu..Andai bukan dia kekasihmu mungkin tak seberat ini..” ucapku.
***END***
#Kesimpulannya, Aku mengidolakan OZY ICIL karena :
1. Suaranya bikin hatiku damai
2. Namanya miripkan sama orang yang diatas kan?
3. Antara ozy icil dan ozi memiliki banyak kesamaan
4. Keduanya sama-sama manis
5. Sama-sama suka Bahasa Inggris
6. Sama-sama pinter dan ramah
7. Karena aku ga bisa memiliki ozi, aku putuskan untuk menjadi fans Achmad Fauzi Adriansyah dan menjadi Freenzy yang setia dengan Ozy. Dan masih banyak lagi alasan” kenapa aku suka sama Ozy ICIL.
Langganan:
Komentar (Atom)